Rumus Past Future Perfect Continuous Tense - WEBSITOES
News Update
Loading...

Sabtu, 19 September 2020

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense : S + Would + Have + Been + Verb 1-ing

Past Future Perfect Continuous Tense adalah rumus ke-16 dari 16 rumus tenses bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-4 dari 4 rumus Past Future Tense. 

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Past Future Perfect Continuous Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past berpetualang jauh ke waktu future dan proccesing di waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif waktu past, bukan future dari perspektif waktu present. Sedangkan orang yang berbicaranya saat menggunakan rumus kalimat ini sudah berada pada waktu “present”.

Jadi Past Future Perfect Tense ini adalah Future Perfect Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Future Perfect Continuous Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Future Perfect Continuous Tense vs Past Future Perfect Continuous Tense :

  • Waktu. Future Perfect Continuous Tense diimajinasikan di waktu present untuk processing dan menyelesaikan prosesnya aksinya atau runtutan kejadiannya di waktu future, tapi penggunaan rumus kalimatnya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Past Future Perfect Continuous Tense diimajinasikan di waktu past untuk bisa diselesaikan proses aksinya atau finish step by step kejadiannya di waktu future versi lawas, tapi rumus kalimat ini diucapkannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Future Perfect Continuous Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu finishing verb atau peristiwa yang diharapkannya. Sedangkan topik pembahasan Past Future Perfect Continuous Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena sudah bisa dicurhatkan kepada calon mertua step by step aksi atau runtutan peristiwanya
  • Rumus. Rumus Future Perfect Continuous Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Past Future Perfect Comtinuous Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense : S + Would + Have + Been + Verb 1-ing

  • (+) Subject + Should/Would + Have + Been + Verb 1-ing
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been + Verb 1-ing
  • (?) Should/Would + Subject + Have + Been + Verb 1-ing
Have" secara asal adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk primary auxiliary verb. Secara kosa kata, "have" ini memiliki arti "mempunyai". Tapi itu jika have diposisikan dalam kalimat sebagai main verb. Jika posisinya menjadi auxiliary verb seperti diposisikan pada rumus kali ini, "have" tidak memiliki arti sendiri. Makna yang ada adalah makna yang lahir dari hasil perkawinannya dengan "Been".

"Been" adalah to be pengganti "Be" dalam wujud perfect. Jika tidak dirangkai dengan Have "Have+Been" to be ini tidak memiliki makna, tapi sekalipun sendirian dilalahnya tetap ada yaitu yadullu alal perfect. Membantu menunjukan "ke-perfect-an" verb atau peristiwa yang  terjadi. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Verb yang dipergunakan adalah "verb 1"(bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya, kecuali perfect tensenya. Tapi juga dengan tambahan "-ing" sebagaimana rumus continuous pada umumnya yang mengandung makna "processing".

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future TenseFuture Continuous TenseFuture Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa keinginan tersebut diinginkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa keinginan diinginkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Have + Be en + Verb 1-ing atau rumus S + Should + Have + Been + Verb 1-ing?

Baik "Would" maupun "Should" sebenarnya memiliki arti yang sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji suci di depan Kitab Suci, janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah kepada, janji kepada Pak Ustadz, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Past Future Perfect Continuous Tense dengan formasi : S + Would + Have + Been + Verb 1-ing lebih fleksibel secara konteks dan fungsinya. Sehingga rumus ini lebih disukai bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Have + Been +Verb 1-ing

Contoh Kalimat : 
(+) Subject + Should/Would + Have + Been + Verb 1-ing
  • I Would have been studying here for two years by last July if I was not busy  (saya akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya saya tidak sibuk)
  • She Would have been studying here for two years by last July  if she was not sick (dia akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya dia tidak sakit) 
(-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been + Verb 1-ing
  • I Would not have been studying here for two years by last July if i was not bussy (saya tidak akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya saya tidak sibuk) 
  • She Would not have been studying here for two years by last July if she was not sick (dia tidak akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu seandainya dia tidak sakit) 
(?) Should/Would + Subject + Have + Been + Verb-ing
  • Would You have been studying here for two years by last July if i was not bussy ? (apakah anda akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu  seandainya saya tidak sibuk?) 
  • Would She have been studying here for two years by last July if she was not sick? (apakah dia akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu seandainya dia tidak sakit?) 

You Are What You Share

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done